Rabu, 25 Desember 2013

Musuh Ku, Jodoh Ku

Nama ku Laura, aku siswa baru di Sekolah ternama di Jakarta. Hari ini adalah hari pertama ku masuk sekolah, aku optimis mempunyai banyak teman di sekolah baru ku. Namun begitu aku sampai di gerbang sekolah, pak satpam memberhentikanku, dia bilang kalau aku sudah telat dan tidak diizinkan masuk ke sekolah, tapi untung saja ada pak kepala sekolah yang mengizinkan aku masuk karena ini hari pertama ku.
Pak kepala sekolah mengantar kan aku sampai di kelas, guru di kelas pun mengajak ku untuk masuk dan memperkenalkan diri di kelas, entah kenapa rasanya aku gugup sekali memperkenalkan diri, hingga bicara ku terbata-bata. Teman-teman di kelas mentertawakan ku, aku malu sekali di saat hari pertama ku, aku di tertawakan oleh teman-teman dikelas. Namun ada satu orang yang tidak mentertawakan ku, dia hanya diam dan tersenyum saat aku duduk didekatnya.
Aku merasakan cinta pada pandangan pertama. Dia adalah orang pertama yang mau menjadi teman ku, dan hanya dia karena ngga ada satupun yang mau jadi teman aku semenjak peristiwa itu. Saat kami makan di kantin, dia terus berbiara dan aku terus memandanginya, hingga ada orang yang mengguyur ku dengan air hingga baju ku basah. Aku menengok orang yang mengguyur ku, “oh my god, oh my no, oh my way” dia adalah ketua gank & ketua osis di sekolah.
Aku ngga pernah tau alesan dia apa mengguyur ku hingga basah, yang jelas aku sangat kesal karena di hari pertama ku sekolah sudah ada yang berbuat jahat sama aku. Aku ngga terima, aku marah, aku maki-maki dia hingga puas. Namun dia malah mengerejai ku lebih parah dari segelas air yang dia guyurkan. Ohh iya teman ku itu bernama Roy dan si ketua sombong itu bernama Setya. Roy berusaha menolong ku, namun anak buah Setya sangat banyak untuk menghalangi Roy.
Aku benci hari pertama ku sekolah, aku benci si sombong Setya, aku pulang dengan tepung yang menempel di sekujur badan ku. Aku ngga akan diam seperti orang-orang lain yang  mau aja di tindas oleh setya tanpa ada balasan lagi. Aku membuat strategi untuk mengerjainya, aku berharap setelah aku mengerjainya dia akan kapok dan meminta maaf kepada ku.
Ke esokan harinya...
Semua strategi ku sudah di laksanakan tinggal target masuk kedalam perangkap ku. Setelah menunggu setya datang, dia masuk kedalam perangkap ku. Sooo setya marah besar dan memaki ku dan menarik tanganku kencang sampai ke lapangan, dan dia bersumpah membenci aku dan akan menjadi rival ku. Sungguh aku ngga percaya kata-kata itu keluar dari mulutnya, sebenarnya aku ngga mau punya musuh sama sekali, tapi aku juga ngga mau di lecehkan seperti itu.
Hampir setiap hari aku dan Setya membuat strategi untuk saling mengerjai, dan setiap hari pula aku dan roy bertemu dan makin dekat. Rasanya aku ingin sekali mengutarakan isi hati ku kepada Roy, tapi aku malu mengutarakannya. Aku dan roy janjian untuk nonton bareng film, kami akan bertemu di bioskop, saat itu pula aku berniat untuk mengutarakan perasaan ku padanya.
Se sampainya aku di bioskop, kami bertemu dan ngobrol sedikit sambil menunggu pintu teater di buka, didalam hati ku berkata “ sekarang saatnya kamu utarakan perasaan mu laura”. Aku memotong pembicaraannya, dia diam dan mendengarkan ucapan yang akan keluar dari mulut ku. aku gugup, namun aku memaksakan diri untuk mengungkapkan. Aku “ roy, dari awal aku ketemu kamu, aku punya perasaan lebih buat kamu, aku sayang sama kamu, roy”. Roy diam,dia tersenyum sambil bilang “aku juga sayang sama kamu, tapi sebagai adik”. Aku diam, aku sedih, tapi aku menahan air mata dan senyum kepadanya. Di saat film di putar, semua orang tertawa karna lucunya film itu, tapi hanya aku yang menangis. Untungnya saat aku nangis ray tidak menyadari karna terlalu serius dengan filmnya.
Roy mengantarkan ku pulang, aku bergegas masuk ke kamar dan melihat kaca, aku berbicara sendiri seperti orang gila di kaca “emang aku jelek ya?,sejelek itu kah aku hingga roy menolak ku?, apa ada yang salah dari penampilan ku?”, aku terusa bertanya-tanya kenapa roy menolak ku. Aku memutuskan untuk merubah penampilan dan dandanan ku, aku berpikir siapa tau saat aku merubah penampilan, roy tertarik dengan ku dan menjadikan ku pacarnya.
Pagi hari ini aku siap membuat roy terpesona dengan penampilan baru ku. Saat aku masuk kedalam gedung sekolah, semua orang memperhatikan ku, sambil bisik-bisik dengan teman lainnya, ada pula yang tersenyum melihat ku. Jeenggg jeennnggg saat aku mau naik tangga, ada si sombong Setya menghampiri ku dan menarik ku ke tengah lapangan. Setya “wwooooyyyy temen-temen ada badut ancol nyasar ke sekoalah kita nih (suara keras)”. Semua siswa di sekolah melihat ku dan tertawa. Aku lari dan pergi ketempat sepi. Aku menangis, aku marah, tapi aku ngga bisa berbuat apa-apa. Niat ku hanya ingin membuat Roy terpesona pada ku, tapi kenapa aku di hina dan di tertawakan?.
Roy menghampiri ku, karna dia tau dimana biasanya aku berada. Dia menghapus air mata ku dan memeluk ku. Roy “aku tau kenapa kamu melakukan ini semua, aku menolak mu menjadi paar ku bukan karena melihat mu dari penampilan atau fisik, tapi memang dari awal kita bertemu aku sudah menganggap mu sebagai adik ku, dan sampai kapan pun rasa itu ngga akan pernah berganti”. Aku “taappiii...tapiii aku sayang kamu roy, aku maunya kamu jadi pacar aku bukan jd kakak aku”. Roy “ maaf rasa sayang kamu ngga bisa aku balas, sudah ada nama lain yang sudah mengisi hati ku”. Aku “ kenapa aku ngga pernah liat dia jalan bersama kau?”. Roy “ karna dia sedang menjalani masa pengobatan dan sekolah di jepang”.
Semenjak itu aku mengerti kenapa Roy menganggap ku tidak lebih dari adik, aku pun berusaha untuk menghilangkan rasa sayang yang berlebih kepadanya, karna aku juga ngga mau merusak persahabatan kami Cuma gara-gara  cinta.
Bertahun-tahun kami lewati bersama, akhirnya pacar Roy kembali ke jakarta dan membawa kabar gembira bahwa dia sembuh dari penyakitnya. Aku dan roy sangat senang, tapi semenjak itu aku dan roy jadi jarang pergi jalan bareng bahkan Roy sibuk dengan kerjaan dan pacarnya. Namun yang membuat aku sedih, aku bekerja di perusahan milik keluarga Setya dan baru saat ini Setya menggantiakn posisi ayahnya menjadi pimpinan perusahaan. Bodohnya aku, aku sama sekali ngga tau kalau selama ber bulan-bulan, aku bekerja di perusaan musuh ku sendiri.
Aku bingung, aku galau, kalau aku keluar, aku akan mejadi pengangguran untuk waktu yang sangat lama, sedangkan aku sangat membutuhkan uang untuk membiayai keluarga ku. Mau, ngga mau, betah,ngga betah, dengan sangat terpaksa aku memilih untuk bertahan, tapi rasanya ngga adil, setelah aku merdeka lulus dari sekolah itu, dan ngga satu universitas dengan dia, tiba-tiba dia muncul dan menjadi atasan aku -_-.
Semenjak dia menjabat jadi pimpinan, aku jadi kerja hingga larut malam, kerjaan ku menumpuk, dan semua kerjaan ku di refisi ulang. Sampai pada akhirnya badan ku ngedrop, namun aku mesti pergi ke kantor karena semua berkas untuk miting ada di tangan ku. Sesampainya aku di ruangan Setya untuk menyerahkan berkas, mendadak kepala ku pusing dan tak kuat untuk menyeimbangkan badan ku, entah apa yang di bicarakan oleh Setya. Di saat itu pula aku terjatuh dan tak sadar apapun.
Saat aku membuka mata, aku melihat setya di samping ku dengan wajah yang sangat capek dan tertidur pulas. Saat aku melihat sekeliling ruangan, ternyata aku berada di rumah sakit, Setya pun terbangun dari tidurnya dan berkata “tadi kamu jatuh pinsan, dan aku bawa kamu ke rumah sakit, terus kata dokter kamu terkena gejala typus, makanya kamu harus dirawat hingga pulih”. Aku diam, bingung, seperti ada beberapa malaikat yang mengelilingi dirinya.
Dari awal aku masuk hingga aku pulang dari rumah sakit, setya selalu menemani ku, menjaga aku, membawakan aku banyak makanan. Aku merasa dia bukan Setya, tapi seorang malaikat yang begitu tampan yang dikirim Tuhan untuk jadi pendamping hidup ku. Seketika khayalan itu buyar saat aku mengingat kembali perlakuannya selama kami di sekolah. Aku mulai membenci dia lagi dan sama sekali ngga berterima kasih atas perlakuannya di rumah sakit.
Aku kembali beraktivitas, bekerja dan mengerjakan berkas-berkas yang menumpuk paska aku sakit. Dia pun kembali menjadi cowo jutek, angkuh, dan sombong. Oohhhh my goooddd kapan aku bisa keluar dari jeratan manusia sombong itu.... aku berusaha tenang dan sabar. Aku pun mengalihkan pikiran ku untuk mencari target pacar setelah beberapa kali kandas menjalin cinta -_-.
Pucuk di cinta pulan pun tiba, ada cowo kece bernama Cahya yang baru di terima jadi karyawan, mungkin ini adalah target aku selanjutnya. Mencoba mendekatkan diri dan sksd sama cowo kece itu, ternyata ngga sesusah apa yang aku banyangkan. Dia sangat welcome, baik dan ternyata lebih smart di bandingkan aku. kami sering makan siang bareng dan bercanda, aku menyukainya, dia selalu buat aku tertawa.
Ternyata Cahya kurang peka dengan kode-kode yang aku beri, dengan sangat terpaksa aku menurunkan ego ku dan mengutarakan perasaan ku untuk ke dua kali. Kami bertemu di sebuah kafe, aku memulai pembicaraan dan mengutarakan perasan ku, tanpa pikir panjang Cahya langsung menjawab “YA”. malam ini aku dan cahya resmi pacaran.
Anatar senang dan kaget, karena saat ini status ku no singel lagi, karena sekarang sudah ada cahya yang mengisi hati ku. Semenjak Setya tau aku pacaran dengan cahya, dia memberikan aku double kerja, dan kembali kumat seperti masa SMA dlu.
Tanggal 28 juni....
Tak terasa hari ini anniversary aku dan cahya, sudah sebulan kami menjalin cinta. Aku tak sabar ingin memberikan cahya kejutan, aku mendatanginya di suatu mall, karna kata temannya dia sedang jalan di mall. Saat aku menemuinya, dia sedang bersama wanita lain dan menurut pengakuan temannya, cahya sedang hunting cewe cantik untuk dijadikan target pacar dia selanjutnya. Aku kecewa dan saat itu aku memutuskan hubungan dengannya.
cahya menjauh dari ku, karena dia tau bahwa perbuatannya sangat fatal. Setya menghampiri ku dan memberikan tisue kepada ku. Dia meminjamkan pundaknya kepada ku, dengan sangat terpaksa aku bersandar di pundaknya. Setya berkata aku adalah wanita bodoh yang dengan mudah membuang air mata dan waktu hanya untuk lelaki seperti Cahya. Aku bangun dan mendorongnya dengan berkata apa maksud setya berbicara seperti itu. Setya menjelaskan bahwa seorang wanita seperti ku seharusnya menangisi sesorang yang benar-benar tulus mencintai ku, dan tangisan itu adalah tangisan bahagia. Aku diam, berusaha mengerti maksud dari uapan setya. Setya menoyor ku sambil berkata “ dodol.....yang aku maksud itu yang pantas kamu tangisi itu aku, karna aku yang tulus mencintai kamu, dan aku berjanji akan menjaga mu, selalu di samping mu dan membuat mu tersenyum hingga kita menutup mata nanti”.
Aku diam dan ngga bisa berkata-kata, Cuma bisa bilang “jadi selama ini kamu sayang sama aku”, setya “iya, terus jawaban kamu apa?(dengan exspresi harap-harap cemas), aku “ akuuuuu....mau kok jadi pendamping hidup kamu (senyum-senyum malu). Pada akhirnya aku dan setya menjalin cinta hingga mengucapkan janji suci, dan semoga langgeng hingga menutup mata
Bye...
The end
Pesan : jangan pernah membenci terlalu berlebihan ya guys, siapa tau orang yang kalian benci itu jadi jodoh kalian, dan jangan pernah berubah karena orang lain, tapi berubahlah karena hati. Dan satu lagi jangan pernah menganggap diri kita itu bad, belum tentu si doi menolak kamu krna fisik, dan kalau emang karna fisik berarti orang itu ngga cinta sama kamu dengan tulus ^_*
Seee yooouuu guys ^^b

Tidak ada komentar:

Posting Komentar