Selasa, 21 November 2017

You Are My Foreign Friend

Aku seorang karyawan yang bekerja di perusahaan biasa, aku tinggal dengan keluarga ku yang sangat mencintai ku. Mereka sangat berjuang untuk memberikan yang terbaik untuk ku. Aku anak terakhir dari tiga bersaudara, tapi aku seperti anak pertama yang harus membantu ekonomi keluarga. Nama ku Ayumi. Nama ku seperti nama orang jepang karena orang tuaku sangat suka sekali dengan negara jepang. Aku berasal dari keluarga yang sederhana, tidak terlalu kaya dan tidak terlalu miskin, kya menurutkan keluarga yang standarlah, tapi jangan berpikir kehidupan ku lancar-lancar saja. Keluarga ku mengalami baanyak ujian yang sudah pastinya semua manusia pasti memiliki ujian masing-masing dari Tuhannya, termasuk keluarga saya.
Lanjut cerita, saya ingin mempunyai teman luar negeri. Bukan saya sombong atau hal-hal yang buruk lainnya. Terlebih saya hanya ingin melatih bahasa inggris saya dan bahasa korea saya. Karena saya sadar betul kalau bahasa inggris dan bahasa korea saya masih sangat buruk. Lalu saya mencari media sosial yang bisa terhubung dengan orang luar negeri, terlebih orang korea. Karena ada youtubers korea yang menyarankan “jika kamu ingin berbahasa korea dengan lancar, maka solusinya adalah tinggal di korea atau mempunyai pacar asal korea”. Untuk saran pertama tidak mungkin bagi ku karena itu sangat sulit untuk tinggal disana. akhirnya aku memilih saran yang kedua.
Awalnya aku mengira akan sangat sulit untuk berinteraksi dengan orang korea karena yang aku ketahui banyak orang korea yang terlihat sombong dan tidak mau mengenal orang indonesia. Karena yang aku dengar, orang korea hanya welcome dengan orang barat. Itu yang membuat aku merasa peluang ku sangat tipis untuk mendapatkan hati seorang pria berasal dari korea.
Tapi setelah tiga bulan lebih, perkiraan ku salah. Aku berkenalan lewat sosial media dengan seorang lelaki yang berasal dari korea. Aku berpikir tidak akan bertahan lama mengobrol dengan dia, karena menurutku dia sangat menyebalkan dan sepertinya dingin. Ternyata aku salah, dia sangat dewasa dari umurnya, dia begitu bijak menghadapi hidupnya.
Dia berasal dari keluarga sederhana yang tinggal di pinggiran kota Seoul korea selatan. Dia tinggal bersama keluarganya di sebuah apartemen. Dia memiliki satu adik laki-laki, yang aku dengar dari ceritanya. Keluarganya adalah keluarga yang sangat menyukai olahraga, dia kuliah di salah satu Universitas di korea jurusan Phisy therapi. Dia belum melakukan wajib militer, aku tidak bertanya mengapa. Mungkin dia ingin fokus pada kuliahnya, aku dan dia lumayan sering berinteraksi. Kami saling balas pesan melalui Kakaotalk. Ohh iya... kami sudah bertukaran nomer telpon loh, dan aku bangga mengatakannya hahaha. Awalnya karena aku ingin kesana dan dia menawarkjan diri untuk menjadi tour guide gratis ku, awalnya aku takut memberikan nomer telpon ku ke orang asing yang tidak pernah aku kenal, tapi entah kenapa aku merasa yakin bahwa dia bukanlah orang yang jahat.
Dia selalu berangan jika aku kesana, dia akan menghantarkan aku ke tempat yang indah di korea. Dia selalu berkata akan melakukan hal yang indah dengan ku. Yang lucu dari sosok dia, dia selalu berkata “aku akan menunjukkan pada semua orang bahwa dia beruntung mempunyai aku”. aahh seperti di drama-drama korea, apa mungkin dia mencuri kata-kata itu dari drama korea?. Terserahlah yang penting aku masih bisa berinteraksi dengan dia.
Ohh ya namanya adalah Ji suk...tingginya sekitar 180 cm dan bentuk tubuhnya sungguh proposioal. Kalau bisa dibilang dia adalah tipe pria idaman wanita, tapi yang perlu kalian tahu, dia sangat membenci kotor, jadi otomatis dia sangat suka bersih. Hal yang dia takuti adalah kehilangan orang yang terpenting untuk dia. Dia menghabiskan waktunya setiap hari hanya dengan kuliah, belajar, dan olahraga. dan ketika dia libur kuliah, dia bekerja paruh waktu di sebuah cafe. Saat dia mengetahui aku sudah lulus kuliah, dia menawarkan diri untuk membantu ku mencari pekerjaan di korea, tapi kalian tau sendiri kan kalau hidup dinegara orang tidak semudah yang dibayangkan. Perlu banyak perjuangan untuk mendapatkan izin dari negaranya dan negara sendiri, dan hal itu yang aku jelaskan pada ji suk.
Dia mengerti untuk hal tersebut, karena dia juga tahu bahwa orang korea asli pun tidak mudah mendapatkan pekerjaan di negara sendiri, ya sama lah dengan negara kita. Aku berusaha mengumpulkan uang untuk bisa pergi kekorea untuk berlibur dan bertemu dengan dia, tapi semua tidak sesuai dengan harapan saya. Saya mengumpulkan uang tetapi uang itu terus saja keluar dari tabungan saya karena banyak pengeluaran pribadi.
Entah bagaimana caranya uang saya terkumpul dalam waktu dekat. Saya takut, dia kecewa dengan saya. Aaahh kenapa saya memikirkan perasaannya. Dia membuat ku ketakutan dengan setiap kata-katanya yang seolah-olah menginginkan saya cepat datang. i will come for you....somehow way Ji suk



sampai sini dulu ya ceritanya....jika saya adsa waktu, saya akan melanjutkan cerita ini
See you....^,^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar